Keluarga merupakan tempat pendidikan kedua seorang anak
(setelah pendidikan selama masih dalam kandungan). Dimana di dalam sebuah keluarga
seorang anak dikenalkan dengan berbagai macam bentuk hal, baik itu yang
berkaitan dengan fisik (anggota keluarga, lingkungan, dsb) maupun non-fisik
(keyakinan, pengetahuan, dsb). Dengan berbagai macam keistimewaan dari Tuhan, seorang
anak diciptakan dengan potensinya masing-masing. Sehingga diharapkan dengan
potensi-potensi yang dimiliki tersebut mampu dikembangkan dengan baik seiring
dengan bertambahnya usia.
Namun pada kenyataannya, keluarga masa kini cenderung
kurang memperhatikan hal tersebut, dimana potensi yang seharusnya dapat
berkembang dengan baik sebagian besar kurang mampu digali lebih dalam, atau
bahkan yang lebih parah dimatikannya potensi-potensi yang dimiliki seorang anak
agar mampu mengikuti kehendak keluarga. Sehingga secara tidak langsung potensi
alami yang dimiliki seorang anak yang seharusnya dapat berkembang dengan baik,
diubah menjadi potensi imitasi yang terkesan dipaksakan dikarenakan berbagai macam
alasan.
Pada dasarnya sebuah potensi tidak akan tumbuh kembang
dengan sendirinya, karena sebuah potensi membutuhkan proses panjang hingga
akhirnya dapat diketahui apa yang menjadi potensi seorang anak. Contoh kecil
saja pada saat usia anak-anak si A suka sekali mencoret-coret di kertas, namun ketika
menginjak usia remaja belum tentu dia akan memutuskan menjadi penulis, bisa
jadi dia lebih mahir ketika bermain sepak bola. Berdasarkan contoh tersebut
dapat disimpulkan bahwa potensi akan berkembang seiring bertambahnya usia,
bahkan dapat berubah-ubah di setiap tahapannya.
Peran penting keluarga dalam menyikapi potensi yang
dimiliki seorang anak adalah menghargai dan mendampingi secara intens, dalam
arti keluarga merupakan tempat seorang anak untuk bebas mengekspresikan
berbagai macam hal yang diinginkan dengan tidak mengurangi nilai-nilai yang
diajarkan dalam keluarga. Penanaman nilai-nilai kehidupan kepada seorang anak
sangatlah penting, hal ini dikarenakan secara tidak langsung dapat mempengaruhi
secara positif potensi yang dimiliki. Sehingga potensi yang dimiliki seorang
anak nantinya dapat berkembang dengan baik, sesuai dengan keluhuran nilai-nilai
kehidupan yang ditanamkan dalam keluarga sedini mungkin.
Berdasarkan opini di atas, dapat disimpulkan bahwa inti
permasalahan yang masih atau seringkali terjadi hingga saat ini yakni kurang
pedulinya keluarga terhadap potensi-potensi yang dimiliki seorang anak. Oleh
karena itu, peran keluarga dalam hal ini sangatlah penting dalam proses
perkembangan potensi anak secara positif, sehingga nantinya diharapkan anak
dapat menjadi lebih mandiri khususnya dalam menghadapi kehidupan di masa yang
akan mendatang.
