Thursday, 14 May 2015

“PERAN KELUARGA TERHADAP POTENSI ANAK”



Keluarga merupakan tempat pendidikan kedua seorang anak (setelah pendidikan selama masih dalam kandungan). Dimana di dalam sebuah keluarga seorang anak dikenalkan dengan berbagai macam bentuk hal, baik itu yang berkaitan dengan fisik (anggota keluarga, lingkungan, dsb) maupun non-fisik (keyakinan, pengetahuan, dsb). Dengan berbagai macam keistimewaan dari Tuhan, seorang anak diciptakan dengan potensinya masing-masing. Sehingga diharapkan dengan potensi-potensi yang dimiliki tersebut mampu dikembangkan dengan baik seiring dengan bertambahnya usia.
Namun pada kenyataannya, keluarga masa kini cenderung kurang memperhatikan hal tersebut, dimana potensi yang seharusnya dapat berkembang dengan baik sebagian besar kurang mampu digali lebih dalam, atau bahkan yang lebih parah dimatikannya potensi-potensi yang dimiliki seorang anak agar mampu mengikuti kehendak keluarga. Sehingga secara tidak langsung potensi alami yang dimiliki seorang anak yang seharusnya dapat berkembang dengan baik, diubah menjadi potensi imitasi yang terkesan dipaksakan dikarenakan berbagai macam alasan.
Pada dasarnya sebuah potensi tidak akan tumbuh kembang dengan sendirinya, karena sebuah potensi membutuhkan proses panjang hingga akhirnya dapat diketahui apa yang menjadi potensi seorang anak. Contoh kecil saja pada saat usia anak-anak si A suka sekali mencoret-coret di kertas, namun ketika menginjak usia remaja belum tentu dia akan memutuskan menjadi penulis, bisa jadi dia lebih mahir ketika bermain sepak bola. Berdasarkan contoh tersebut dapat disimpulkan bahwa potensi akan berkembang seiring bertambahnya usia, bahkan dapat berubah-ubah di setiap tahapannya.
Peran penting keluarga dalam menyikapi potensi yang dimiliki seorang anak adalah menghargai dan mendampingi secara intens, dalam arti keluarga merupakan tempat seorang anak untuk bebas mengekspresikan berbagai macam hal yang diinginkan dengan tidak mengurangi nilai-nilai yang diajarkan dalam keluarga. Penanaman nilai-nilai kehidupan kepada seorang anak sangatlah penting, hal ini dikarenakan secara tidak langsung dapat mempengaruhi secara positif potensi yang dimiliki. Sehingga potensi yang dimiliki seorang anak nantinya dapat berkembang dengan baik, sesuai dengan keluhuran nilai-nilai kehidupan yang ditanamkan dalam keluarga sedini mungkin.
Berdasarkan opini di atas, dapat disimpulkan bahwa inti permasalahan yang masih atau seringkali terjadi hingga saat ini yakni kurang pedulinya keluarga terhadap potensi-potensi yang dimiliki seorang anak. Oleh karena itu, peran keluarga dalam hal ini sangatlah penting dalam proses perkembangan potensi anak secara positif, sehingga nantinya diharapkan anak dapat menjadi lebih mandiri khususnya dalam menghadapi kehidupan di masa yang akan mendatang.

No comments:

Post a Comment